Kamis, 04 September 2014

Pernah Lihat Wajah Remaja dari Zaman Batu

INILAH.COM, London – Pernah membayangkan seperti apa wajah orang dari 5.500 Sebelum Masehi (SM)? Kini,para ahli berhasil merekonstruksi seperti apa wajah orang dari zaman batu itu.

Mahasiswa MSc Jenny Barber dari University of Dundee memanfaatkan teknik mutakhir polisi yang biasa digunakan merekonstruksi dan mengidentifikasi tubuh yang membusuk untuk membuat ulang wajah remaja 15 tahun Viste Boy.

Remaja ini tinggal di gua Vistehola dekat Stavanger di Norwegia pada 7.500 tahun silam dalam sebuah klan beranggotakan 10-15 orang. Seiring kian canggihnya teknologi polisi, hasil rekonstruksi ini menjadi salah satu visi akurat dari moyang manusia.

Barber menggunakan sinar-x dan hasil pindai laser fragmen tengkorak untuk membuat model komputer 3D tengkorak. Karena hasil pindai sangat detail, Barber menambahkan beberapa informasi tambahan mengenai Viste Boy ini.

“Tujuan saya membuat sesuatu semirip mungkin dengan aslinya,” ujarnya seperti dikutip DM.

Hasil rekonstruksi menunjukkan, remaja ini cukup berotot dan sehat, lanjutnya. [mor]
Published with Blogger-droid v1.7.4
Selengkapnya

Rabu, 03 September 2014

Lowongan Apoteker Anigia Skin Care Bandar Lampung

Lowongan Apoteker Anigia Skin Care Bandar Lampung - Anigia Skin Care adalah sebuah klinik kecantikan ternama di Bandar Lampung, sedang membutuhkan tenaga muda professional dan berpengalaman untuk menempati posisi sebagai:

Apoteker

Kualifikasi:
- Pria/wanita, usia maksimal 30 tahun
- Pendidikan min D3 Farmasi
- Memiliki Surat Ijin Apoteker (SIPA)
- Berpengalaman dibidangnya minimal 1 tahun

Jika Anda memenuhi kualifikasi yang diminta, segera ajukan lamaran Anda paling lambat 2 minggu sejak iklan ini diterbitkan. Kirimkan surat lamaran, pas foto terbaru, copy ijazah, copy SIPA, copy KTP, surat keterangan sehat dari dokter, dan akta kelahiran.

Kirimkan langsung berkas lamaran Anda pada hari kerja jam 10.00 s.d. 16.00 WIB ke:
Anigia Skin Care
Alamat: Jl. Teuku Umar No. 67, Tanjung Karang, Bandar Lampung
Telp. 0721-7171255

Sumber informasi lowongan kerja: Radar Lampung, edisi tanggal 10 Juni 2013, halaman 28.

Semoga informasi Lowongan Kerja Lampung Terbaru yang kami sajikan ini bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Lampung.

Selengkapnya

Selasa, 02 September 2014

Pengertian Telnet

Pengertian Telnet - Telnet adalah/ Telnet yaitu/ Telnet merupakan/ arti Telnet/ definisi Telnet
Telnet

Apa yang dimaksud dengan Telnet..? Telnet merupakan fasilitas untuk mengakses komputer yang terletak di tempat lain. Dengan menggunakan fasilitas ini, pemakai jarak jauh dapat mengendalikan, menukar file antar pengguna komputer, dan menjalankan program yang ada di komputer tersebut. Agar dapat mengakses Telnet, pengguna komputer harus registrasi terlebih dahulu.
Telnet merupakan singkatan dari Telecomunication Network. Telnet adalah suatu protokol jaringan yang digunakan internet atau jaringan lokal. Telnet menyediakan komunikasi dua arah yang berbasis teks atau terminal emulator antara client dengan server atau dengan kata lain telnet memungkinakan untuk memberikan perintah, untuk menjalankan perintah, untuk merubah konfigurasi, untuk mengendalikan, dan meremote komputer lain (server) melalui komputer di depan meja kita sendiri (client)
Berikut ini adalah cara untuk menjalankan Telnet di Windows
Supaya dapat menggunakan telnet di Windows bisa dengan mengetikkan perintah telnetdiikuti dengan ip address dari komputer server. Berikut ini adalah contohnya:
telnet 192.168.3.1.
Dapat juga dengan ketik telnet saja, kemudian ketik perintah opendiikuti dengan ip address dari komputer server. Sebagai contoh:
telnet
open 192.168.3.1
Menjalankan Telnet di Windows
Lalu masukkan username serta password yang valid

Demikian Pengertian Telnet yang dapat saya sampaikan kepada anda semoga dapat menambah wawasan anda. Terimakaish atas kunjungannya di blog Temukan Pengertian.
Selengkapnya

Senin, 01 September 2014

7 Negara Pengedar Narkoba Terbesar di Dunia

Narkoba merupakan salahsatu barang haram ilegal yang justru banyak diperdagangkan dan menjanjikan pudi-pundi uang. Pasaran narkoba dari tahun ke tahun semakin meluas, ini terjadi karena diimbangi dengan semakin banyaknya para pecandu barang haram ini. Tak tanggung-tanggung dari mulai kelas teri, menengah sampai kelas elit bahkan selebritis-selebritis pun banyak yang kecanduan.
Dan ternyata inilah 7 negara pengedar Narkoba terbesar didunia :

1. Columbia
Merupakan negara produsen sekaligus pengedar kokain didunia, 80% produk kokain yang dihasilkan Colombia diedarkan diberbagai negara. Peredaran barang haram ini mempunyai jaringan khusus diberbagai negara yang bisa menyusup ke berbagai aspek kehidupan, bahkan di Colombia sendiri terdapat organisasi yang tertata rapi yang menyusup ke berbagai bidang seperti politik, militer dan hukum. Oknum pemerintah Colombia diduga juga ikut terlibat dalam mengamankan bisnis obat bius tersebut. Itulah sebabnya para mafia dinegara ini mampu lolos dari sergapan pasukan khusus sekalipun. Tetapi pada awal tahun 2011 ini kepolisian Columbia berhasil menyita 1,5 ton kokain dalam sebuah operasi. Narkoba berbahaya ini ditemukan dalam petikemas berisi makanan anjing yang akan dikirim ke Amerika.

2. China
Sejak abad ke-19 China sudah merupakan jalur peredaran narkoba yang dibawa oleh bangsa eropa. China yang menjadi korban perdagangan narkoba justru menjadi tempat perdagangan narkoba melalui jaringan mafia China. Jenis barang haram yang diedarkan China adalah jenis shabu-shabu dan extasi bahkan peredarannya sudah mencapai Indonesia, ini dibuktikan oleh banyaknya kasus narkoba yang melibatkan warganegara China. Menurut data yang dikeluarkan Polda Metro Jaya ditahun 2010 yang lalu, China menempati peringkat ke-3 dalam peredaran narkoba di Indonesia.

3. Brazil
Merupakan salahsatu negara pengedar narkoba terbesar didunia. Bahkan pada bulan November 2010 yang lalu kepolisian Brazil harus adu tembak dengan ratusan geng narkoba bersenjata. Peredaran narkoba dari Brazil ini sudah tersebar hampir keseluruh Eropa dan Amerika Selatan.

4. Iran
Di Jakarta saat ini peredaran Narkoba didominasi jaringan narkoba dari Iran. Banyaknya warganegara Iran yang tertangkap ini membuat Iran menjadi negara pengekspor narkoba terbanyak ke Jakarta. Di Iran harga shabu-shabu sangat murah, 1 kg hanya Rp.100.000.000,- sedangkan di Indonesia harga 1 kg shabu-shabu dapat mencapai Rp.1  milyar. Dari data yang didapat warganegara Iran menduduki peringkat pertama sebagai pengedar narkoba di Jakarta.

5. Mexico
Kini telah menjadi salahsatu negara pengedar narkoba terbesar didunia. Perdagangan narkoba dinegara Amerika Latin ini telah merasuk dan merusak tatanan sosial, politik, budaya dan ekonomi. Aktifitas ilegal ini juga selalu diwarnai tindak kriminal yang melampaui batas kemanusiaan seperti pembunuhan atau pembantaian massal, pemerkosaan, penculikan dan perampokan. Amerika Serikat sendiri telah berjanji mengalokasikan dana 1,4 milyar USD selama 3 tahun untuk memerangi perdagangan narkoba di Amerika Selatan. Sebagian besar dana itu dialokasikan untuk Mexico, negara yang paling rawan dalam hal kekerasan akibat perang dalam perebutan jalur perdagangan narkoba.

6. Indonesia
Indonesia dikenal sebagai produsen extasi nomor 1 didunia, tetapi sebagai pengedar, Indonesia dikenal sebagai pengedar ganja terbesar didunia. Hal tersebut memungkinkan karena ganja dari Indonesia merupakan mariyuana dengan kwalitas no.1 didunia.

7. Italia
Perdagangan narkoba di Italia hampir dikuasai oleh para mafia, bahkan baru-baru ini pemerintah Spanyol berhasil menangkap gembong narkoba asal Italia setelah 21 tahun buron karena melarikan diri dari penjara di Perancis dan seorang Jenderal Italia juga divonis 14 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam impor dan perdagangan narkoba di Italia. Penyeludupan narkoba di Italia sendiri dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya tahun 2010 lalu penyelundupan Kokain seberat 200 gram dilakukan dengan ular phyton.
sumber:http://rockypanjaitan.blogspot.com/2011/03/7-negara-pengedar-narkoba-terbesar.html
Selengkapnya

Sabtu, 30 Agustus 2014

Budidaya Tanaman Stroberi Lengkap

Budidaya Tanaman Stroberi - Budidaya Petani. Buah Stroberi sudah terkenal dimana-mana, tetapi tidak semua orang tahu bagai mana cara budidayanya. Di blog ini akan disajikan tentang teknik budidaya stroberi, dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi saya pribadi.


1. SEJARAH SINGKAT
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yg ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa & Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yg pertama kali masuk ke Indonesia.

2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Rosaceae
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria spp.
Stroberi yg kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yg dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dgn F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yg merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne. Varitas stroberi introduksi yg dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella & Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yg cepat berbuah. Petani Lembang (Bandung) yg sejak lama menanam stroberi, menggunakan varitas lokal Benggala & Nenas yg cocok utk membuat makanan olahan dari stroberi seperti jam.
 
3. MANFAAT TANAMAN
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yg terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.

4. SENTRA PENANAMAN
Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal & diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang & Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi. Dapat dikatakan bahwa utk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.
 
5. SYARAT PERTUMBUHAN STROBRI
5.1. Iklim
  1. Tanaman stroberi dapat tumbuh dgn baik di daerah dgn curah hujan 600-700 mm/tahun.
  2. Lamanya penyinaran cahaya matahari yg dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
  3. Stroberi adalah tanaman subtropis yg dapat beradaptasi dgn baik di dataran tinggi tropis yg memiliki temperatur 17–20 derajat C.
  4. Kelembaban udara yg baik utk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
5.2. Media Tanam
  1. Jika ditanam di kebun, tanah yg dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air & udara baik.
  2. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg ideal utk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan utk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
  3. Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yg disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara selalu tersedia.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yg memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA STROBERI
6.1. Pembibitan
Stroberi diperbanyak dgn biji & bibit vegetatif (anakan & stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.
  1. Perbanyakan dgn biji
    1. Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dalam air selama 15 menit lalu keringanginkan.
    2. Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dgn media berupa campuran tanah, pasir & pupuk kandang (kompos) halus yg bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media & tutup dgn tanah tipis. Kotak semai ditutup dgn plastik atau kaca bening & disimpan pada temperatur18-20 derajat C.
    3. Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dgn jarak antar bibit 2-3 cm. Media tanam bedeng sapih sama dgn media persemaian. Bedengan dinaungi dgn plastik bening. Selama di dalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm & tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.
  2. Bibit vegetatif utk budidaya stroberi di kebun Tanaman induk yg dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat & produktif. Penyiapan bibit anakan & stolon adalah sebagai berikut:
    1. Bibit anakan : Rumpun dibongkar dgn cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yg sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.
    2. Bibit stolon : Rumpun yg dipilih telah memiliki akar sulur pertama & kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm & berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.
  3. Bibit utk budidaya stroberi di polibag : Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dgn cara yg sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi & pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm berisi media yg sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan.
6.2. Pengolahan Media Tanam
  1. Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
    1. Di awal musim hujan, lahan diolah dgn baik sedalam 30-40 cm.
    2. Keringanginkan selama 15-30 hari.
    3. Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar guludan 40 x 60 cm.
    4. Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan bedengan/ guludan.
    5. Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari. f) Buat lubang tanam dgn jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.
  2. Budidaya di Kebun dgn Mulsa Plastik.
    1. Di awal musim hujan, lahan diolah dgn baik & keringanginkan 15-30 hari.
    2. Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
    3. Keringanginkan 15 hari.
    4. Taburkan & campurkan dgn tanah bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-36 & 100 kg/ha KCl.
    5. Siram hingga lembab.
    6. Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/guludan & kuatkan ujung-ujungnya dgn bantuan bambu berbentuk U.
    7. Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
    8. Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
  3. Pengapuran : Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/guludan selesai dibuat.
6.3. Teknik Penanaman
  1. Siram polybag berisi bibit & keluarkan bibit bersama media tanamnya dgn hati-hati.
  2. Tanam satu bibit di lubang tanam & padatkan tanah di sekitar pangkal batang.
  3. Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 & 150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman.
  4. Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
  1. Penyulaman : Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman yg disulam adalah yg mati atau tumbuh abnormal.
  2. Penyiangan : Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dgn mulsa plastik. Mulsa yg berada di antara barisan/bedengan dicabut & dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
  3. Perempelan/Pemangkasan : Tanaman yg terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak. Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
  4. Pemupukan
    1. Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dgn cara ditabur dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
    2. Pertanaman dgn mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 & KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram dgn 350-500 cc larutan pupuk.
  5. Pengairan & Penyiraman : Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dgn syarat tanah tdk mengering. Pengairan bisa dgn disiram atau menjanuhi parit antar bedengan dgn air.
  6. Pemasangan Mulsa Kering : Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam pada bedengan/ guludan yg tdk memakai mulsa plastik. Jerami atau rumput kering setebal 3–5 cm dihamparkan di permukaan bedengan/guludan & antara barisan tanaman.
7. HAMA & PENYAKIT STROBERI
7.1. Hama
  1. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
    • Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di permukaan bawah daun.
    • Gejala: pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat.
    • Pengendalian: dgn insektisida Fastac 15 EC & Confidor 200 LC.
  2. Tungau (Tetranychus sp. & Tarsonemus sp.)
    • Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak segi tiga & telur kemerah-merahan.
    • Gejala: daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering & gugur.
    • Pengendalian: dgn insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau Agrimec 18 EC.
  3. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) & kumbang penggerek batang (O. sulcatus).
    • Gejala: di bagian tanaman yg digerek terdapat tepung.
    • Pengendalian: dgn insektisida Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC atau Curacron 500 EC pada waktu menjelang fase berbunga.
  4. Kutu putih (Pseudococcus sp.)
    • Gejala: bagian tanaman yg tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal.
    • Pengendalian: kimia dgn insektisida Perfekthion 400 EC atau Decis 2,5 EC.
  5. Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)
    • Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.
    • Gejala: tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus & kurang berbulu.
    • Pengendalian: dgn nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G.
7.2. Penyakit
  1. Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
    • Gejala: bagian buah membusuk & berwarna coklat lalu mengering.
    • Pengendalian: dgn fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.
  2. Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)
    • Gejala: bah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda & buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu.
    • Pengendalian: dgn fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.
  3. Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
    • Gejala:
      1. buah busuk, berair, berwarna coklat muda & bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh;
      2. di tempat penyimpanan, buah yg terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih & spora hitam.
    • Pengendalian: membuang buah yg sakit, pasca panen yg baik & budidaya dgn mulsa plastik.
  4. Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)
    • Gejala: jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tdk segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.
  5. Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
    • Gejala: bagian yg terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering & gugur.
    • Pengendalian: dgn fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.
  6. Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)
    • Gejala: Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tdk teratur, berwarna ungu tua.
    • Pengendalian kimia dgn fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.
  7. Bercak daun
    • Penyebab :
      1. Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,
        • Gejala: bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yg akan berubah menjadi putih;
      2. Pestalotiopsis disseminata,
        • Gejala: bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur;
      3. Rhizoctonia solani,
        • Gejala : bercak coklat-hitam besar pada daun.
        • Pengendalian kimia dgn fungisida bahan aktif tembaga seperti Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB 21.
  8. Busuk daun (Phomopsis obscurans).
    • Gejala: noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V.
    • Pengendalian: dgn Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.
  9. Layu vertisillium (Verticillium dahliae)
    • Gejala: daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu & tanaman mati.
    • Pengendalian: melalui fumigasi gas dgn Basamid-G.
  10. Virus
    • Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau.
    • Gejala: terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil.
    • Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus, menghancurkan tanaman terserang, menyemprot pestisida utk mengendalikan serangga pembawa virus. Pencegahan hama & penyakit umumnya dapat dilakukan dgn menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit yg sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dgn tanaman bukan keluarga Rosaceae & memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yg sakit. Membudidayakan stroberi dgn mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/penyakit. Khusus utk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan.
8. PANEN STROBERI
Tanaman asal stolon & anakan mulai berbung ketika berumur 2 bulan setelah tanam. Bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Periode pembungaan & pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun tanpa henti.
8.1. Ciri & Umur Panen
  1. Buah sudah agak kenyal & agak empuk.
  2. Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning kemerahan.
  3. Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.
8.2. Cara Panen
Panen dilakukan dgn menggunting bagian tangkai bunga dgn kelopaknya. Panen dilakukan dua kali seminggu.
7.3. Perkiraan Produksi
Produktivitas tanaman stroberi tergantung dari varietas & teknik budidaya:
  1. Varitas Osogrande: 1,2 kg/tanaman/tahun.
  2. Varitas Pajero: 0,8 kg/tanaman/tahun.
  3. Varitas Selva: 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun.
Teknik budidaya stroberi dgn naungan UV memberikan hasil 1-1,25 kg/tanaman/tahun.
9. PASCAPANEN
  1. Pengumpulan : Buah disimpan dalam suatu wadah dgn hati-hati agar tdk memar, simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil. Hamparkan buah di atas lantai beralas terpal/plastik. Cuci buah dgn air mengalir & tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
  2. Penyortiran & Penggolongan : Pisahkan buah yg rusak dari buah yg baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran & bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah yaitu:
    1. Kelas Ekstra: (1) buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies; (2) warna & kematangan buah seragam.
    2. Kelas I: (1) buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies; (2) bentuk & warna buah bervariasi.
    3. Kelas II: (1) tdk ada batasan ukuran buah; (2) sisa seleksi kelas ekstra & kelas I yg masih dalam keadaan baik.
  3. Pengemasan & Penyimpanan : Buah dikemas di dalam wadah plastik transparan atau putih kapasitas 0,25-0,5 kg & ditutup dgn plastik lembar polietilen. Penyimpanan dilakukan di rak dalam lemari pendingin 0-1 derajat C.
Demikian artikel tentang Budidaya Tanaman Stroberi, semoga bermanfaat.



Kata terkait: Stroberi, budidaya tanaman stroberi, cara budidaya stroberi, budi daya stroberi, stroberi indonesia.

Baca juga:
Cara Budidaya Jambu Biji / Jambu Batu 
Budidaya Buah Melon
    Selengkapnya

    Jumat, 29 Agustus 2014

    Oral Seks Bagi Pasangan Kristen Dosa Atau Tidak

    PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"

    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.


    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama.PERTANYAAN: "Saya dan istri mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami, dan kami tidak ingin melakukan sesuatu yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Pertanyaan kami adalah mengenai oral seks. Apakah secara alkitabiah hal itu salah bagi pasangan menikah?"
    Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh pasangan suami istri Kristen yang bingung akan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan seks pasangan Kristen. Alkitab sendiri tidak memiliki ayat khusus yang melarang ataupun membahas mengenai hal itu. Banyak pandangan yang coba dilontarkan oleh berbagai pihak untuk menyatakan penolakan maupun penerimaan terhadap hal ini.
    Bagi mereka yang menerima hal ini menyatakan bahwa tidak ada bukti alkitabiah yang menyatakan bahwa oral seks adalah dosa terhadap Allah bagi suami istri yang mengungkapkan cinta satu sama lain dengan cara ini. Bahkan Kitab Imamat dalam Perjanjian Lama yang banyak menyingung mengenai aturan dan larangan yang berhubungan dengan seks bagi kaum Israel, tidak pernah menyebutkan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada alasan untuk sepenuhnya berkeyakinan bahwa mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan dengan cara ini dilarang atau bahkan akan membahayakan perjalanan iman seseorang dengan Allah.
    Bagi mereka yang menolak oral seks berpendapat bahwa secara alkitabiah bagi pasangan Kristen yang telah menikah, ada bagian tubuh dari pasangan yang boleh dan tidak boleh dicium. Dalam keyakinan mereka, hanya ada satu bentuk alkitabiah untuk mengekspresikan seks dalam pernikahan, yaitu melalui sanggama. Mereka meyakini sudut pandang ini berdasarkan landasan Alkitab – melihatnya dari segi kekudusan. Namun dari hal ini pun Alkitab tidak menempatkan batasan dalam hubungan seksual bagi pasangan suami istri yang saleh, bahkan untuk kaum Lewi (yang memiliki berbagai larangan untuk melakukan banyak hal).
    Kebanyakan orang Kristen yang berpengetahuan dan dewasa secara rohani menyadari bahwa Tuhan adalah perancang dari seks dan cinta, setiap bagian dan sensasi dari tubuh manusia, dan bahwa IA memaksudkan hubungan antara suami dan istri untuk dipenuhi dengan cinta, sensual, menyenangkan, kreatif dan penuh kenikmatan.
    Beberapa ayat dari Kidung Agung diambil dari sudut pandang seorang pasangan yang penuh kasih. Dengan menggunakan bahasa metafora yang romantis dan halus, ia menggambarkan sebuah keindahan, kasih sayang, romantisme, sensualitas, sukacita dan gairah cinta antara suami dan istri. Nyanyian ini seperti berbicara tentang citarasa pencinta, makan dan minum dari tubuh masing-masing Kidung Agung 2:3, Kidung Agung 4:16, Kidung Agung 8:2. Tak seorangpun yang dapat yakin dengan makna sesungguhnya dari ayat-ayat ini, namun kita dapat melihat tidak ada bukti di sini maupun di ayat lainnya bagaimana Allah terlalu memusingkan bagian mana dari tubuh mereka yang boleh disentuh, termasuk di mana mereka mencium pasangan mereka.
    Yang Allah pedulikan adalah cinta yang Anda miliki antara satu dengan yang lain. Dia ingin semua orang Kristen, termasuk suami dan istri, untuk bersikap baik satu sama lain, sabar, saling menghormati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta tertinggi adalah murni baik dalam motif maupun tindakan. Ikuti tujuan tersebut, dan Anda tidak mungkin salah.
    Bagaimana Dengan Sodom Dan Gomora?
    Mungkin Anda pernah mendengar klaim yang mengatakan bahwa oral seks dalam pernikahan adalah salah dengan menghubungkannya dengan kisah kota kuno Sodom dan Gomora. Perbandingan ini tidak sepenuhnya benar dan ofensif. Sangatlah jelas bahwa permasalahan yang terjadi di Sodom tidak ada hubungannya dengan pasangan menikah yang saleh dan penuh cinta kasih dalam mengekspresikan kasih sayang mereka satu sama lain.
    Sebaliknya, di sana ada jurang ketidaksalehan, yang menceritakan mengenai cinta antara pasangan menikah sejenis (selain Lot dan istrinya). Kita tidak akan menyebut kejahatan kotor dan mengerikan di mana si jahat mengambil tempat di sana. Hal ini lebih baik untuk tak terkatakan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa daftar kejahatan itu akan membuat banyak orang sakit. Kejadian 13:13. Para mahasiswa teologia dan arkeolog tahu bahwa hal-hal yang terjadi di Sodom dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar tidak bertuhan, mengekspresikan keegoisan besar, kurangnya cinta, kebobrokan spiritual yang ekstrim, dan pemberontakan besar terhadap Allah. Dengan kata lain, kehidupan seks suami istri yang saleh itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang terjadi di kota ini, juga tidak ada hubungannya dengan kehancuran.
    Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan Anda (selain menyerahkannya pada kesepakatan bersama antara pasangan suami istri), namun Alkitab tidak berdiam diri dalam hal membahas seks dalam pernikahan. Konselor pernikahan Kristen konservative Dr Ed Wheat dan Gloria Okes Perkins merujuk hal itu:
    "... Pemahaman alkitabiah mengenai seks akan menghalau hambatan dan ketakutan palsu... Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ekspresi seksual yang penuh kebahagiaan dalam cinta antara suami dan istri adalah rencana Tuhan... mereka yang kurang mendapatkan informasi benar-benar menganggap bahwa pandangan kolot menjadi alkitabiah karena mereka pikir Alkitab melarang semua kesenangan duniawi. Tentu saja tidak! Bahkan Alkitab jauh lebih liberal mengenai seks daripada apa yang mereka sadari. Dalam pandangan Allah terdapat pengalaman saling menguntungkan antara suami dan istri. Masing-masing memiliki hak yang sama untuk tubuh pasangannya. Masing-masing tidak hanya memiliki kebebasan tapi juga tanggung jawab untuk menyenangkan pasangannya dan disenangkan oleh pasangannya... Prinsip dasar mengenai kenikmatan seks dalam pernikahan dapat ditemukan dalam I Korintus 7:3-5.
    Prinsip kebutuhan: sebuah perintah, untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan kita.
    Prinsip otoritas: saat masuk dalam pernikahan, kita benar-benar melepaskan hak atas tubuh kita sendiri, dan menyerahkan otoritas itu kepada pasangan kita. Tubuh istri saat ini adalah milik suami. Tubuh suami saat ini milik istri. Ini berarti bahwa kita harus mencintai tubuh pasangan dan merawatnya seperti tubuh kita sendiri.
    Prinsip kebiasaan: kita tidak boleh menipu pasangan kita dengan menjauhi kebiasaan melakukan hubungan seks, kecuali dengan persetujuan bersama untuk beberapa waktu tertentu yang tidak terhitung lama. sumber
    Selengkapnya