Kamis, 28 Agustus 2014
Apa Guna Faktur Pada BPKB
Faktur adalah bukti pembelian berupa secarik kertas tipis berisi keterangan seperti no mesin, no rangka, invoerpas no, harga pabrik yg dijual ke dealer, nama pembeli dsb, yang diterbitkan dealer pada saat penjualan kendaraan.
Biasanya faktur dibuat 4 rangkap – samsat 2 lembar, dealer selembar, dan pembeli selembar (rangkap ke 4). Tiap lembaran tersebut tidak bisa ditukar-tukar karena dibawah kertas faktur tertulis dengan jelas siapa pemegang faktur tersebut. Untuk pembeli, maka yang tertulis dsana adalah “Untuk Pembeli”. Kertas bukti pembelian kendaran ini dapat digunakan untuk penerbitan bpkb.
Biasanya faktur ini dilekatkan pada bpkb pada saat pembelian pertama dari dealer, namun banyak juga yang tidak menyertakan faktur terutama pada penjualan kendaraan second atau bekas. Namun ini sebenarnya bukanlah masalah yg besar karena jika kendaraan hendak dijual lagi kepada orang lain sebenarnya faktur sudah tidak diperlukan lagi karena untuk proses balik nama bpkb keterangan mengenai faktur itu sendiri biasanya sudah dicantumkan pada bpkb sebagai dasar dari keberadaan kendaraan tersebut.
Faktur dapat digunakan sebagai bukti bahwa mobil tersebut sudah bayar pajak (bea masuk) saja. Di kepolisian, faktur akan menjadi dasar penulisan bpkb, dan keterangannya bisa anda lihat di lembar kedua pada bpkb. Di dealer, faktur merupakan bukti penerimaan kendaraan dari produsen (pabrikan).
Sebagai ‘surat lahir kendaraan’ banyak yang berpendapat bahwa jika faktur hilang, maka nilai kendaraan tersebut akan turun dibandingkan dengan kendaraan yang berfaktur. Pengurusan penggantian fakturpun sangat merepotkan, sudah gitu faktur asli yg seperti semula pun belum tentu diperoleh, hanya copy faktur yg dilegalisir oleh Kepolisian.
Faktur juga digunakan sewaktu anda memindahkan alamat di bpkb ke Polda yg berbeda (mutasi luar daerah). Mengingat banyaknya pemalsuan bpkb dan stnk, faktur bisa sangat berguna karena datanya juga terdapat di Samsat dan penjual/ATPM.
Selengkapnya
Biasanya faktur dibuat 4 rangkap – samsat 2 lembar, dealer selembar, dan pembeli selembar (rangkap ke 4). Tiap lembaran tersebut tidak bisa ditukar-tukar karena dibawah kertas faktur tertulis dengan jelas siapa pemegang faktur tersebut. Untuk pembeli, maka yang tertulis dsana adalah “Untuk Pembeli”. Kertas bukti pembelian kendaran ini dapat digunakan untuk penerbitan bpkb.
Biasanya faktur ini dilekatkan pada bpkb pada saat pembelian pertama dari dealer, namun banyak juga yang tidak menyertakan faktur terutama pada penjualan kendaraan second atau bekas. Namun ini sebenarnya bukanlah masalah yg besar karena jika kendaraan hendak dijual lagi kepada orang lain sebenarnya faktur sudah tidak diperlukan lagi karena untuk proses balik nama bpkb keterangan mengenai faktur itu sendiri biasanya sudah dicantumkan pada bpkb sebagai dasar dari keberadaan kendaraan tersebut.
Faktur dapat digunakan sebagai bukti bahwa mobil tersebut sudah bayar pajak (bea masuk) saja. Di kepolisian, faktur akan menjadi dasar penulisan bpkb, dan keterangannya bisa anda lihat di lembar kedua pada bpkb. Di dealer, faktur merupakan bukti penerimaan kendaraan dari produsen (pabrikan).
Sebagai ‘surat lahir kendaraan’ banyak yang berpendapat bahwa jika faktur hilang, maka nilai kendaraan tersebut akan turun dibandingkan dengan kendaraan yang berfaktur. Pengurusan penggantian fakturpun sangat merepotkan, sudah gitu faktur asli yg seperti semula pun belum tentu diperoleh, hanya copy faktur yg dilegalisir oleh Kepolisian.
Faktur juga digunakan sewaktu anda memindahkan alamat di bpkb ke Polda yg berbeda (mutasi luar daerah). Mengingat banyaknya pemalsuan bpkb dan stnk, faktur bisa sangat berguna karena datanya juga terdapat di Samsat dan penjual/ATPM.
Rabu, 27 Agustus 2014
Kupas Tuntas Cara Kerja Search Engine
Cara Kerja Search Engine
Search Engine (SE) atau Mesin Pencari namun sering kita sebut dengan Googel memiliki Cara Kerja unik, berikut Cara Kerja dari Search Engine yang saya rangkum dari Moz.com

Padahal di luar sana banyak Blog Indo yang juga memberikan Informasi mengenai Cara Kerja Search Engine lantas kenapa saya malah memilih Moz.com (blog berbahasa inggris) untuk referensi saya menulis ? tak lain dan tidak bukan karena Blog tersebut milik si “empunya” Mesin Pencari Googel yaitu Matthew "Matt" Cutts (ambitious young volunteer for the Search Quality team in Google, working on Search Engine Optimization issues) atau sering saya sebut Mak Crut, haha.
Kembali ke topik. Kata Matt Cutts “Search engines have two major functions” yang artinya “Mesin pencari mempunyai 2 fungsi penting”, nah apa sajakah 2 fungsi penting tersebut ?
- Crawling and Indexing
Jika kita mengartikan satu-satu dari kedua kata diatas, maka artinya kurang lebih seperti ini.
Crawling = Merayap
Indexing = Menyusun Index (daftar isi)
Jika digabung, maka Crawling dan Indexing mempunyai arti Merayapi lalu Menyusun daftar isi.
Lanjut saja agar tidak bingung, disana juga dijelaskan bahwa proses tersebut dilakukan oleh “monster” bernama Spider. Spider inilah yang akan Merayapi isi dari Blog Anda mulai dari Link, Judul, Struktur HTML Code, Meta Tag Hingga Robots.txt (optional) dan sekaligus Menyusun / Menempatkan Artikel Blog Anda pada directory yang mereka miliki.
Disinilah, pentingnya Anda untuk membuat Blog ber Niche Tunggal, karena di lain sumber saya pernah membaca, direktory Google dan SE lainnya tersusun seperti Dmoz.org (silahkan kunjungi situsnya untuk lebih jelasnya) walaupun informasi tersebut belum tentu benar, namun tak ada salahnya membenamkan satu niche yang menjadi pondasi untuk Blog Anda, lanjut. - Providing Answer
Mari kita arti kan satu-satu lagi, sekalian Belajar Bhs.Inggris hehe
Providing = Menyediakan
Aswer = Jawaban
Maksudnya apa sih Menyediakan Jawaban ? mudahnya seperti ini Ketika user melakukan pencarian dengan Keyword yang dikehendaki maka Search Engine akan menampilkan database (direktory) berdasarkan hasil proses Indexing. Search engine akan menampilkan judul, cuplikan artikel yang sesuai dengan keyword yang diketikkan.
Mungkin Anda akan bertanya atas dasar apa Search Engine meletakkan blog A pada urutan pertam sedangkan blog B di urutan kedua ? berdasarkan Search Engine Ranking Factors
Sebenarnya ingin saya jelaskan sedikit mengenai Ranking Factor ini, namun keterbatasan waktu, kita bahas lain waktu.
Kurang lebih begitulah Proses Singkat Search Engine Bekerja. Semoga acara meng Kupas Tuntas Cara Kerja Search Engine ini memberi manfaat.
Senin, 18 Agustus 2014
Kisah Unik Orang Terbodoh di Dunia
Kisah Unik, Orang Terbodoh di Dunia-Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.
Percakapan:
Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"
"Apa iya?" jawab pengusaha
Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
"Bejo, kamu boleh pilih ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"
Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.
Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,
"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."
Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang
Dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya,
"Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"
Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."

Pesan admin :
Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.
Selengkapnya

Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"
"Apa iya?" jawab pengusaha
Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
"Bejo, kamu boleh pilih ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"
Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.
Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,
"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."
Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang
Dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya,
"Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"
Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."

Pesan admin :
Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.
Baca juga:
- 22 Kasus Terbego Dan Terbodoh Abad Ini
Sumber: bodrexcaem.blogspot.com
Sabtu, 16 Agustus 2014
Teknologi gerakan mata pengganti layar sentuh
Revolusi teknologi saat memasuki abad 21 banyak kejutan baru. Saat kita mungkin masih nyaman dengan teknologi layar sentuh, tak lama lagi hanya dengan gerakan mata semua eksekusi pada gadget bisa dilakukan dengan mudah.
Teknologi antarmuka yang disebut The Eye Tribe ini, dibuat oleh mahasiswa PhD dari IT University of Copenhagen.
Teknologi antarmuka yang disebut The Eye Tribe ini, dibuat oleh mahasiswa PhD dari IT University of Copenhagen.
![]() |
| thenextweb.com |
Teknologi The Eye Tribe melacak mata untuk mengontrol perangkat dengan akurasi sama dengan ujung jari. Ini berkat keajaiban temuan mereka yang dinamai Ssubmilimeter Pupil Tracking.
Dengan memakai teknologi infrared, algoritma khusus The Eye Tribe bisa melacak letak pupil mata pengguna, seakurat saat jari menyentuh layar tablet. Bedanya, gerak mata lebih cepat dari pada gerak jari.
Ternyata, pupil kita sama seperti sidik jari, khas dan tak ada yang memiliki corak yang sama. Sehingga, pandangan mata bisa dijadikan sarana untuk masuk (log in) pada setiap akun.
Dengan The Eye Tribe, memungkinkan mata mengontrol perangkat dan memungkinkan navigasi handsfree pada website, game dan aplikasi. "Apa yang kami tunjukkan saat ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang bisa dilakukan dengan kontrol mata," kata pendiri The Eye Tribe, Sune Alstrup Johansen. The Eye Tribe ingin menyediakan teknologi kontrol mata untuk perangkat konsumen pasar massal dengan menjual lisensi teknologi bagi produsen.
Dengan memakai teknologi infrared, algoritma khusus The Eye Tribe bisa melacak letak pupil mata pengguna, seakurat saat jari menyentuh layar tablet. Bedanya, gerak mata lebih cepat dari pada gerak jari.
Ternyata, pupil kita sama seperti sidik jari, khas dan tak ada yang memiliki corak yang sama. Sehingga, pandangan mata bisa dijadikan sarana untuk masuk (log in) pada setiap akun.
Dengan The Eye Tribe, memungkinkan mata mengontrol perangkat dan memungkinkan navigasi handsfree pada website, game dan aplikasi. "Apa yang kami tunjukkan saat ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang bisa dilakukan dengan kontrol mata," kata pendiri The Eye Tribe, Sune Alstrup Johansen. The Eye Tribe ingin menyediakan teknologi kontrol mata untuk perangkat konsumen pasar massal dengan menjual lisensi teknologi bagi produsen.
Kisah tujuh tahun
The Eye Tribe dimulai tujuh tahun saat empat pendiri bertemu di jurusan IT University of Copenhagen. Mereka berambisi membuat kontrol mata bisa tersedia untuk semua orang dengan harga terjangkau. Setelah menyelesaikan PhD empat pendiri mereka membeli IP dari Universitas dan membentuk The Eye Tribe.
![]() |
| chatsudarattarasan.wordpress.com |
Mereka tampil dalam ajang StartupBootcamp Eropa 2011. Setahun kemudian menerima investasi dari investor swasta Eropa sebesar US $ 1 juta. Pemerintah setempat juga ikut mendanai sebesar US $ 4,4 untuk mengembangkan kontrol mata pada perangkat mobile.
Dengan temuan baru ini, maka interface perangkat akan berubah banyak. Pengembang game, aplikasi dan software bisa memakai The Eye Tribe untuk menggunakan teknologi ini. Software Development Kit (SDK) bagi pengembang akan datang ke Android pada Juni nanti.
Dalam situsnya, mereka mendemonstrasikan main game Fruit Ninja dengan sapuan mata. Mereka juga mengatakan akan meluncurkan tablet Android yang bisa langsung digunakan dengan kontrol mata. Namun tak disebut spesiifikasi, kapan dan berapa harga yang akan dibandrol.
Dengan temuan baru ini, maka interface perangkat akan berubah banyak. Pengembang game, aplikasi dan software bisa memakai The Eye Tribe untuk menggunakan teknologi ini. Software Development Kit (SDK) bagi pengembang akan datang ke Android pada Juni nanti.
Dalam situsnya, mereka mendemonstrasikan main game Fruit Ninja dengan sapuan mata. Mereka juga mengatakan akan meluncurkan tablet Android yang bisa langsung digunakan dengan kontrol mata. Namun tak disebut spesiifikasi, kapan dan berapa harga yang akan dibandrol.
Sumber:
yahoo.
yahoo.
Rabu, 13 Agustus 2014
Bangsat Kau Misuari! 8 Pahlawan Kami Dibunuh Hantar CUCU SAUDARA Untuk Berunding
Pengasas Barisan Pembebasan Kebangsaan Moro (MNLF), Nur Misuari memberitahu Malaysia bahawa beliau bersedia untuk menjadi orang tengah bagi menyelesaikan isu pencerobohan ke atas Sabah, yang digerakkan oleh sekumpulan warga Filipina.
“Ini perutusan saya kepada Perdana Menteri, (Datuk Seri) Najib Razak bahawa saya bersedia untuk menghantar cucu saudara saya untuk memulakan perbincangan,” kata Misuari kepada pemberita pada majlis sambutan hari ulang tahun ke-71 beliau, semalam.
Dipetik Rappler.com dan Star Online, Misuari berkata, beliau juga secara peribadi bersedia ke Malaysia untuk membantu menyelesaikan krisis semasa yang bermula awal bulan lalu susulan tindakan pengikut Sultan Sulu yang kini berkubu di Lahad Datu.
Katanya, Malaysia belum memberi respons ke atas tawaran beliau.
Cukuplah Misuari. Kami cukup kenal siapa Ente.
Misuari memang diketahui sangat kecewa dengan perjanjian damai antara kerajaan Filipina dengan MILF yang mewakili Bangsamoro kerana terasa dia diketepikan.Dia menuduh perjanjian tersebut sebagai satu konspirasi antara kerajaan Malaysia, Filipina dan MILF untuk mengetepikan MNLF yang beliau ketuai.
Dendam Misuari kepada kerajaan Malaysia memang mendalam khususnya sejak era pentadbiran Tun Mahathir yang menangkap dan seterusnya menyerahkan kembali beliau kepada Filipina pada 2001 selepas beliau cuba melarikan diri dari buruan tentera Filipina.
Pada satu perjumpaan dengan pengikutx MNLF di Davao bulan November lalu, beliau secara terbuka menyatakan bahawa sebagai penasihat utama ‘Sultan’, beliau akan berbuat apa sahaja untuk membantu usaha Jamalul Kiram (salah seorang dari kira-kira 10 orang yang mendakwa dirinya ‘Sultan’ Sulu) untuk mendapatkan kembali Sabah.
Sumber-sumber dari Angkatan Tentera Filipina juga ada menyebut bahawa kumpulan bersenjata tersebut datang ke Sabah atas jemputan ahli politik pembangkang dari Malaysia yang menjanjikan mereka pemberian tanah.
Terkini Nur Misuri juga dilaporkan sebagai berkata :“This should be handled by cooler heads…that it would also be good to await the Malaysian general election to see who will be the new Prime Minister… ”
Apa yang Nur Misuari maksudkan? Siapakan yang akan mengaut keuntungan politik sekiranya kerajaan gagal mengendalikan situasi ini dengan baik? Sekiranya pihak yang beruntung tersebut menang pilihanraya, apakah yang akan jadi pada kepentingan dan keselamatan rakyat Sabah?
Sebagaimana biasa, beliau menafikan beliau membuat sebarang tawaran kepada kumpulan bersenjata tersebut.
Dan semalam, dia dengan bangganya mengumumkan untuk menghantar…hanya CUCU SAUDARA untuk menjadi orang tengah bagi menyelesaikan krisis ini.
Maaf Misuari, kami bukan sebangsat Ente yang melempar batu tetapi sembunyikan tangan.Kami bukan macam Ente yang berlindung di balik lalang sehelai.
Kami bukan macam Ente yang bagaikan gunting dalam lipatan.Tak perlu hantar cucu, waima diri Ente sendiri pun kerana ia tidak bermakna lagi.Hutang darah, akan dibayar dengan darah…itu sumpah kami!
sumber
Senin, 11 Agustus 2014
Bakal Penghuni Neraka Pentadbir Rumah Anak Yatim Songlap Duit
Bakal Penghuni Neraka, Pentadbir Rumah Anak Yatim Songlap Duit | Memakan harta anak yatim secara zalim adalah termasuk dalam kategori dosa-dosa besar dan bakal mendapat seksa yang amat pedih dari Allah S.WT di akhirat nanti.

“Anak yatim tidak dibenarkan sama sekali membancuh milo yang penderma sumbang, kalau hendak minum kena beli di kafe kepunyaan rumah kebajikan itu,”demikian dakwa Nur, bekas sukarelawan sebuah rumah kebajikan yang berselindung disebalik nama pertubuhan anak yatim di kawasan yang dipercayai terletak di Selangor.
Menurut beliau lagi, anak yatim ditempatkan di rumah berkenaan boleh diibaratkan seperti pengemis kerana meskipun sumbangan, diberi orang ramai melimpah ruah namun ia tidak dapat dinikmati mereka.
Apa yang lebih mengejutkan, sumbangan wang tunai yang mencecah ribuan ringgit tinjauan sumbangan individu atau syarikat korporat, lenyap begitu sahaja dipercayai disalurkan kepada sebuah tabung lain dengan tujuan perniagaan.
Nur yang membongkarkan perkara terbabit berkata, segala-galanya bermula apabila dia mula menjadi sukarelawan di rumah kebajikan berkenaan pada 2007.

Pada awalnya kata Nur, dia tidak dapat menghidu penyelewengan itu sehinggalah anak-anak yatim berkenaan mendakwa mereka dipinggirkan.
Wang sumbangan termasuk duit raya yang didermakan orang ramai kepada penghuni rumah akan ‘diambil’ pengurusan dan anak-anak tidak diberi wang walau sesen pun dengan alasan mereka sudah menghuni rumah itu secara percuma.
Lebih menyedihkan anak-anak kecil yang melakukan persembahan di luar dari jam 7.30 pagi hingga kadang kala jam 10 malam dan diberi bayaran antara RM300 hingga RM400 oleh pihak tertentu juga tidak pernah dapat merasa wang itu.
"Apabila anak-anak berkenaan bertanyakan bahagian mereka, pihak pengurusan akan mengatakan wang berkenaan perlu disumbang ke dalam sebuah tabung.
"Pihak itu akan beritahu, duit disimpan dalam tabung adalah sebagai saham untuk pejuangan Islam," katanya.
Kepada anak-anak kecil pula kata Nur, pihak pengurusan akan memberitahu lebih banyak wang disimpan dalam tabung itu, lebih besar peluang mereka menunaikan haji dalam mimpi bersama seorang pemimpin pertubuhan itu yang sudah meninggal dunia.
"Bagi penghuni dewasa, pengurusan sering mengungkit isu mereka diberi peluang tinggal di situ secara percuma," ujarnya.
Nur berkata, dia pernah memegang duit mencecah RM1,000 tinjauan sumbangan orang ramai namun wang itu kemudian dijadikan modal untuk pertubuhan berkenaan membuka sebuah butik.
"Wang itu sepatutnya diagihkan untuk keperluan anak-anak, sayangnya mereka tergamak menggunakannya untuk tujuan lain dan tidak menggantikannya semula,"katanya.
Apabila ditanya mana wang itu, pihak pengurusan akan mendakwa mereka sudah bayar kepada anak-anak yatim sedangkan ia tidak berlaku.
Sekiranya didesak dan perkara itu dipertikaikan, pihak pengurusan sekali lagi minta supaya penghuni tidak berkira.
Kata Nur, pertubuhan kebajikan itu menerima pelbagai sumbangan setiap hari untuk keperluan penghuni, namun barang makanan diperoleh akan dijadikan modal perniagaan untuk kafe yang dibuka pihak pengurusan.
“Sakit hati apabila melihat mereka bertindak sedemikian, makanan sumbangan orang ramai, mereka jadikan barang jualan, kalau penghuni hendak minum kena bayar, siapa tiada duit kena hutang, bila dapat duit sumbangan kena bayar balik,”katanya.
Bukan sahaja makanan, pakaian tinjauan sumbangan orang ramai juga perlu dibayar penghuni kepada pihak pengurusan menggunakan wang bantuan diterima.
Paling dikesali Nur, barang makanan sumbangan orang ramai juga kadang kala dikumpul dan dihantar untuk kegunaan perniagaan restoran yang dijalankan pertubuhan itu di luar negara sedangkan penghuni sendiri langsung tidak diberi peluang menikmatinya.
Pernah menurut Nur, penyumbang menghantar ikan segar ke rumah pertubuhan berkenaan, namun tidak lama selepas itu akan datang sebuah van dan membawa semua bekalan lauk pergi.
"Anak-anak hanya dihidangkan sardin dan ikan masin sahaja sedangkan ada pelbagai jenis hidangan lazat dihantar mereka yang bersimpati dengan nasib anak yatim. Hanya ikan murah, sudah pecah perut dan kurang segar ditinggalkan untuk dimakan anak-anak yatim," katanya.
"Bila pihak atau syarikat luar buat program di situ sahaja anak-anak yatim boleh makan sedap," ujarnya lagi.
Jelas Nur, hakikatnya pertubuhan itu dianggap paling kaya dengan limpahan sumbangan pihak-pihak yang bermurah hati.
Setiap kali menjelang perayaan, pelbagai pihak akan datang memberi bantuan dan menjemput anak-anak membeli keperluan raya di luar.
Namun katanya, anak-anak yatim sebenar hanya meminjamkan tubuh badan mereka sahaja untuk pengukuran saiz sedangkan pakaian itu tidak sampai ke tangan mereka.
Sekiranya, dijemput membeli pakaian raya lebih 10 kali pun, sehelai baju pun anak-anak yatim tidak dibenarkan ambil.
"Pada malam raya apabila penghuni pulang ke rumah saudara-mara atau ibu yang masih ada, anak-anak jemaah sebuah pertubuhan akan datang ambil pakaian milik anak yatim itu," katanya.
Bagi anak-anak yatim peringkat sekolah menengah, mereka akan dapat peluang mengikut agensi atau syarikat penyumbang membeli pakaian raya tetapi sekali sahaja. Yang lainnya akan diberi giliran kepada anak-anak jemaah sedangkan mereka mempunyai ibu dan bapa.
"Puluhan tong biskut raya yang diterima pusat kebajikan itu juga tidak diberi kepada anak-anak yatim untuk dibawa pulang ke rumah mereka," katanya.

Menyentuh hal beriadah di luar, Nur berkata pihak pengurusan pertubuhan kebajikan itu akan buat surat minta tajaan pihak luar.
Meskipun tajaan sudah diperoleh, anak-anak yatim tetap kena bayar menggunakan duit yang ada pada mereka termasuk bantuan kewangan diberikan oleh sekolah.
Orang luar ada juga yang mengambil anak-anak yatim sebagai anak angkat, mereka perlu masukkan duit ke dalam tabung pengurusan bukan terus ke dalam akaun bank anak-anak sendiri.
Duit bulanan sebanyak RM300 juga tidak sampai kepada anak-anak menyebabkan baju sekolah tidak dibeli baru dan mereka dalam keadaan selekeh ke sekolah.
Bila ditanya ke mana duit anakanak yatim pemberian ibu bapa angkat mereka, pihak pengurusan kata tidak perlu bazir keluar duit beli baju sekolah anak-anak kerana boleh minta sumbangan daripada orang lain pula.
Apabila sudah dicarikan tajaan untuk keperluan anak-anak, duit itu diambil dan dibuat perkara lain.
Pernah satu ketika, Nur berkata, dia dimarahi kerana menggunakan wang sumbangan orang ramai untuk mendaftarkan anak-anak tidak bersekolah ke tadika.
“Pihak pengurusan kata tidak boleh gunakan wang sumbangan hantar anak-anak ke sekolah sedangkan pada saya itu memang hak anak-anak tetapi saya dimarahi dan mereka katakan biar orang ramai lain bayarkan, jangan bayar nanti rugi," katanya.
Guna anak yatim raih simpati
Anak yatim diletakkan di hampir 100 pertubuhan kebajikan rumah amal di seluruh negara dikatakan hanya sebagai strategi pihak tidak bertanggungjawab bagi meraih simpati orang ramai.
Kewujudan pendaftaran untuk warga emas, ibu tunggal dan orang kampung yang miskin juga dikatakan menjadi salah satu taktik pusat kebajikan dinaungi pertubuhan di negara ini bagi mendapatkan lebih banyak sumbangan.
Nur mendakwa, bantuan yang diberikan kepada golongan itu hanya diberi sekali sekala untuk menutup mata awam mengenai aktiviti dilakukan pihak terbabit.
Pengurusan pertubuhan biasanya tidak memberi bantuan berterusan dan kadang kala mereka yang berdaftar dengan pertubuhan akan dilayan secara kasar sekiranya mahu meminta sumbangan walau sekampit beras.
“Ada warga emas atau orang miskin yang kadang-kadang terpaksa tunggu dari pagi sampai petang hanya untuk dapat sekampit beras sedangkan beras banyak di stor, kadangkadang mereka disuruh balik.“Apabila saya tanya mengapa tidak beri beras sedangkan bekalan ada, jawab pihak pengurusan tidak perlu tolong orang miskin selalu dan perlu lebih mementingkan mereka yang berada di sekeliling pemimpin pertubuhan itu,” katanya.
Sumbangan diberi orang ramai kepada pertubuhan adalah milik pemimpin dan hanya boleh diedar untuk rumah pemimpin sahaja. "Akibatnya, anak-anak yatim kecil dan dewasa hidup bagaikan pengemis duduk situ, ramai antara mereka yang sudah besar keluar, yang tinggal hanya anak jemaah," katanya.
Anak-anak kecil yang menghuni pertubuhan kebajikan di situ jelas Nur akan didoktrinkan untuk taksub kepada pemimpin dan mengamalkan ajarannya. Untuk mengetahui lebih terperinci ‘ajaran’ di rumah kebajikan itu, Nur mendakwa dia meletakkan anaknya sebagai penghuni untuk menyiasat perkara berkenaan.
Selepas media melaporkan mengenai kegiatan di rumah pertubuhan itu baru-baru ini, ramai anak yatim yang sudah keluar, yang tinggal hanya beberapa orang sahaja,yang lain semua anak jemaah.
"Tidak tahu ke mana hala tuju anak-anak yatim ini bila mereka keluar dari rumah berkenaan kerana majoriti mereka tidak dipantau semasa di pertubuhan dan apabila keluar dari rumah.
"Bila polis hendak buat program, mereka akan pesan anak-anak sorok gambar pemimpin pertubuhan itu, jangan sebut namanya, kalau orang tanya kenal atau tidak, kata tidak kenal," katanya.
Amalan pelik selepas solat
Menurut Nur penghuni pertubuhan kebajikan akan solat mengikut waktu namun yang menghairankan wujud pertambahan bacaan. Jika ada tetamu datang berkunjung, penghuninya akan solat seperti biasa namun jika sebaliknya kesemua mereka wajib membaca zikir memuja pemimpin pertubuhan itu yang sudah meninggal dunia.
Apabila Hari Raya pula, mereka tidak solat di surau atau masjid tetapi di surau sendiri dan akan membaca khutbah mengenai pemimpin mereka yang kononnya memiliki seribu satu keajaiban. Kanak-kanak kecil dipesan supaya tidak melakukan amalan pelik itu di depan orang dan tidak menceritakannya kepada sesiapa sahaja.
Katanya, sesiapa yang tidak mahu mengamalkan ‘pencak’ dan zikir berkenaan akan dimarahi. Amalan ini turut disedari penjaga sehingga ada yang mengambil keputusan membawa anak-anak yatim keluar dari rumah itu.
"Bila ada orang meninggal, golongan jemaah akan kata mudahmudahan ditempatkan bersama pemimpin yang sudah meninggal itu," katanya. Bagi mereka beruntunglah sesiapa yang dapat duduk dengannya. Lepas Maghrib, kesemua jemaah dan anak-anak akan buat ‘pencak tarik power’ hingga Isyak.
Ketika aktiviti itu dilakukan, mereka tidak dibenarkan sama sekali membawa telefon bimbit dan tidak boleh merakam gambar.
Pengakuan anak yatim perempuan 10 tahun
‘ Abah (bukan sebutan sebenar tetapi ganti panggilan kepada pemimpin pertubuhan itu yang sudah meninggal dunia) tolong selamatkan kami dari sihir... tolong beri kami program banyak... dapat makanan banyak...’ itu antara zikir yang perlu dibaca anakanak yatim pertubuhan berkenaan. Menurut bekas penghuni rumah anak yatim itu, setiap hari selepas solat Subuh, mereka akan buat pencak kemudian berzikir menyebut nama pemimpin itu supaya menolong mereka... Abah tolong kami... sebanyak 50 hingga 100 kali.
Menyentuh soal makanan, meski sumbangan banyak, mereka tidak boleh tambah nasi dan lauk, sekiranya berdegil akan dipanggil anak setan. “Orang sumbang macam-macam tetapi kami tidak dapat rasa, ayam seketul pun kena berkongsi,” katanya.
Pengakuan anak yatim lelaki 10 tahun
Bagi bekas penghuni yang mahu dikenali sebagai Muhammad, dia sedar amalan-amalan diajar di rumah berkenaan pelik dan tidak masuk akal, namun setelah lama menghuni rumah tersebut, perkara itu menjadi kebiasaannya.
Biasanya penghuni akan disuruh menolak syaitan dengan kaedah berdiri sambil menolak dan menarik tangan ke depan ke belakang. "Benda ini kena buat secara bersembunyi, kalau ada tetamu datang kena solat biasa, belakang-belakang kena baca zikir itu," katanya. Kalau tidak buat, akan dipukul dengan batang bendera dan dicubit sehingga rasa macam nak terkencing.
“Mak yang keluarkan saya dari rumah itu bila nampak ada yang pelik,” katanya. Sejak menghuni rumah itu Muhammad berkata, dia hanya memperoleh duit belanja sekolah 50 sen sehari, kadang-kadang tidak diberi meski pun tahu banyak sumbangan diperoleh rumah berkenaan.
Pengakuan anak yatim perempuan 17 tahun
“Langsung tiada baca doa memohon kepada ALLAH, kalau nak minta sesuatu mesti mohon daripada Abah,” kata bekas penghuni rumah berkenaan yang melarikan diri kerana tidak sanggup mengamalkan ajaran pelik di rumah anak yatim itu. Katanya, jemaah yang dewasa ada tasbih sendiri berbentuk seperti gelang dan dipakai di tangan.
“Bila orang tiada mereka akan berzikir menyebut Abah, saya tidak tahan duduk sana, duit sumbangan orang ramai diberi kepada kami diambil selepas itu kena pula amal ajaran bukan-bukan," katanya.
Selengkapnya
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang telah baligh) itu akan harta mereka, dan janganlah Ente tukar gantikan yang baik dengan yang buruk, dan janganlah Ente makan harta mereka (dengan menghimpunkannya) kepada harta Ente, kerana sesungguhnya (yang demikian) itu adalah dosa yang besar.” Surah An-Nisa’: 2)

“Anak yatim tidak dibenarkan sama sekali membancuh milo yang penderma sumbang, kalau hendak minum kena beli di kafe kepunyaan rumah kebajikan itu,”demikian dakwa Nur, bekas sukarelawan sebuah rumah kebajikan yang berselindung disebalik nama pertubuhan anak yatim di kawasan yang dipercayai terletak di Selangor.
Menurut beliau lagi, anak yatim ditempatkan di rumah berkenaan boleh diibaratkan seperti pengemis kerana meskipun sumbangan, diberi orang ramai melimpah ruah namun ia tidak dapat dinikmati mereka.
Apa yang lebih mengejutkan, sumbangan wang tunai yang mencecah ribuan ringgit tinjauan sumbangan individu atau syarikat korporat, lenyap begitu sahaja dipercayai disalurkan kepada sebuah tabung lain dengan tujuan perniagaan.
Nur yang membongkarkan perkara terbabit berkata, segala-galanya bermula apabila dia mula menjadi sukarelawan di rumah kebajikan berkenaan pada 2007.

Pada awalnya kata Nur, dia tidak dapat menghidu penyelewengan itu sehinggalah anak-anak yatim berkenaan mendakwa mereka dipinggirkan.
Wang sumbangan termasuk duit raya yang didermakan orang ramai kepada penghuni rumah akan ‘diambil’ pengurusan dan anak-anak tidak diberi wang walau sesen pun dengan alasan mereka sudah menghuni rumah itu secara percuma.
Lebih menyedihkan anak-anak kecil yang melakukan persembahan di luar dari jam 7.30 pagi hingga kadang kala jam 10 malam dan diberi bayaran antara RM300 hingga RM400 oleh pihak tertentu juga tidak pernah dapat merasa wang itu.
"Apabila anak-anak berkenaan bertanyakan bahagian mereka, pihak pengurusan akan mengatakan wang berkenaan perlu disumbang ke dalam sebuah tabung.
"Pihak itu akan beritahu, duit disimpan dalam tabung adalah sebagai saham untuk pejuangan Islam," katanya.
Kepada anak-anak kecil pula kata Nur, pihak pengurusan akan memberitahu lebih banyak wang disimpan dalam tabung itu, lebih besar peluang mereka menunaikan haji dalam mimpi bersama seorang pemimpin pertubuhan itu yang sudah meninggal dunia.
"Bagi penghuni dewasa, pengurusan sering mengungkit isu mereka diberi peluang tinggal di situ secara percuma," ujarnya.
Nur berkata, dia pernah memegang duit mencecah RM1,000 tinjauan sumbangan orang ramai namun wang itu kemudian dijadikan modal untuk pertubuhan berkenaan membuka sebuah butik.
"Wang itu sepatutnya diagihkan untuk keperluan anak-anak, sayangnya mereka tergamak menggunakannya untuk tujuan lain dan tidak menggantikannya semula,"katanya.
Apabila ditanya mana wang itu, pihak pengurusan akan mendakwa mereka sudah bayar kepada anak-anak yatim sedangkan ia tidak berlaku.
Sekiranya didesak dan perkara itu dipertikaikan, pihak pengurusan sekali lagi minta supaya penghuni tidak berkira.
Kata Nur, pertubuhan kebajikan itu menerima pelbagai sumbangan setiap hari untuk keperluan penghuni, namun barang makanan diperoleh akan dijadikan modal perniagaan untuk kafe yang dibuka pihak pengurusan.
“Sakit hati apabila melihat mereka bertindak sedemikian, makanan sumbangan orang ramai, mereka jadikan barang jualan, kalau penghuni hendak minum kena bayar, siapa tiada duit kena hutang, bila dapat duit sumbangan kena bayar balik,”katanya.
Bukan sahaja makanan, pakaian tinjauan sumbangan orang ramai juga perlu dibayar penghuni kepada pihak pengurusan menggunakan wang bantuan diterima.
Paling dikesali Nur, barang makanan sumbangan orang ramai juga kadang kala dikumpul dan dihantar untuk kegunaan perniagaan restoran yang dijalankan pertubuhan itu di luar negara sedangkan penghuni sendiri langsung tidak diberi peluang menikmatinya.
Pernah menurut Nur, penyumbang menghantar ikan segar ke rumah pertubuhan berkenaan, namun tidak lama selepas itu akan datang sebuah van dan membawa semua bekalan lauk pergi.
"Anak-anak hanya dihidangkan sardin dan ikan masin sahaja sedangkan ada pelbagai jenis hidangan lazat dihantar mereka yang bersimpati dengan nasib anak yatim. Hanya ikan murah, sudah pecah perut dan kurang segar ditinggalkan untuk dimakan anak-anak yatim," katanya.
"Bila pihak atau syarikat luar buat program di situ sahaja anak-anak yatim boleh makan sedap," ujarnya lagi.
Jelas Nur, hakikatnya pertubuhan itu dianggap paling kaya dengan limpahan sumbangan pihak-pihak yang bermurah hati.
Setiap kali menjelang perayaan, pelbagai pihak akan datang memberi bantuan dan menjemput anak-anak membeli keperluan raya di luar.
Namun katanya, anak-anak yatim sebenar hanya meminjamkan tubuh badan mereka sahaja untuk pengukuran saiz sedangkan pakaian itu tidak sampai ke tangan mereka.
Sekiranya, dijemput membeli pakaian raya lebih 10 kali pun, sehelai baju pun anak-anak yatim tidak dibenarkan ambil.
"Pada malam raya apabila penghuni pulang ke rumah saudara-mara atau ibu yang masih ada, anak-anak jemaah sebuah pertubuhan akan datang ambil pakaian milik anak yatim itu," katanya.
Bagi anak-anak yatim peringkat sekolah menengah, mereka akan dapat peluang mengikut agensi atau syarikat penyumbang membeli pakaian raya tetapi sekali sahaja. Yang lainnya akan diberi giliran kepada anak-anak jemaah sedangkan mereka mempunyai ibu dan bapa.
"Puluhan tong biskut raya yang diterima pusat kebajikan itu juga tidak diberi kepada anak-anak yatim untuk dibawa pulang ke rumah mereka," katanya.

Menyentuh hal beriadah di luar, Nur berkata pihak pengurusan pertubuhan kebajikan itu akan buat surat minta tajaan pihak luar.
Meskipun tajaan sudah diperoleh, anak-anak yatim tetap kena bayar menggunakan duit yang ada pada mereka termasuk bantuan kewangan diberikan oleh sekolah.
Orang luar ada juga yang mengambil anak-anak yatim sebagai anak angkat, mereka perlu masukkan duit ke dalam tabung pengurusan bukan terus ke dalam akaun bank anak-anak sendiri.
Duit bulanan sebanyak RM300 juga tidak sampai kepada anak-anak menyebabkan baju sekolah tidak dibeli baru dan mereka dalam keadaan selekeh ke sekolah.
Bila ditanya ke mana duit anakanak yatim pemberian ibu bapa angkat mereka, pihak pengurusan kata tidak perlu bazir keluar duit beli baju sekolah anak-anak kerana boleh minta sumbangan daripada orang lain pula.
Apabila sudah dicarikan tajaan untuk keperluan anak-anak, duit itu diambil dan dibuat perkara lain.
Pernah satu ketika, Nur berkata, dia dimarahi kerana menggunakan wang sumbangan orang ramai untuk mendaftarkan anak-anak tidak bersekolah ke tadika.
“Pihak pengurusan kata tidak boleh gunakan wang sumbangan hantar anak-anak ke sekolah sedangkan pada saya itu memang hak anak-anak tetapi saya dimarahi dan mereka katakan biar orang ramai lain bayarkan, jangan bayar nanti rugi," katanya.
Guna anak yatim raih simpati
Anak yatim diletakkan di hampir 100 pertubuhan kebajikan rumah amal di seluruh negara dikatakan hanya sebagai strategi pihak tidak bertanggungjawab bagi meraih simpati orang ramai.
Kewujudan pendaftaran untuk warga emas, ibu tunggal dan orang kampung yang miskin juga dikatakan menjadi salah satu taktik pusat kebajikan dinaungi pertubuhan di negara ini bagi mendapatkan lebih banyak sumbangan.
Nur mendakwa, bantuan yang diberikan kepada golongan itu hanya diberi sekali sekala untuk menutup mata awam mengenai aktiviti dilakukan pihak terbabit.
Pengurusan pertubuhan biasanya tidak memberi bantuan berterusan dan kadang kala mereka yang berdaftar dengan pertubuhan akan dilayan secara kasar sekiranya mahu meminta sumbangan walau sekampit beras.
“Ada warga emas atau orang miskin yang kadang-kadang terpaksa tunggu dari pagi sampai petang hanya untuk dapat sekampit beras sedangkan beras banyak di stor, kadangkadang mereka disuruh balik.“Apabila saya tanya mengapa tidak beri beras sedangkan bekalan ada, jawab pihak pengurusan tidak perlu tolong orang miskin selalu dan perlu lebih mementingkan mereka yang berada di sekeliling pemimpin pertubuhan itu,” katanya.
Sumbangan diberi orang ramai kepada pertubuhan adalah milik pemimpin dan hanya boleh diedar untuk rumah pemimpin sahaja. "Akibatnya, anak-anak yatim kecil dan dewasa hidup bagaikan pengemis duduk situ, ramai antara mereka yang sudah besar keluar, yang tinggal hanya anak jemaah," katanya.
Anak-anak kecil yang menghuni pertubuhan kebajikan di situ jelas Nur akan didoktrinkan untuk taksub kepada pemimpin dan mengamalkan ajarannya. Untuk mengetahui lebih terperinci ‘ajaran’ di rumah kebajikan itu, Nur mendakwa dia meletakkan anaknya sebagai penghuni untuk menyiasat perkara berkenaan.
Selepas media melaporkan mengenai kegiatan di rumah pertubuhan itu baru-baru ini, ramai anak yatim yang sudah keluar, yang tinggal hanya beberapa orang sahaja,yang lain semua anak jemaah.
"Tidak tahu ke mana hala tuju anak-anak yatim ini bila mereka keluar dari rumah berkenaan kerana majoriti mereka tidak dipantau semasa di pertubuhan dan apabila keluar dari rumah.
"Bila polis hendak buat program, mereka akan pesan anak-anak sorok gambar pemimpin pertubuhan itu, jangan sebut namanya, kalau orang tanya kenal atau tidak, kata tidak kenal," katanya.
Amalan pelik selepas solat
Menurut Nur penghuni pertubuhan kebajikan akan solat mengikut waktu namun yang menghairankan wujud pertambahan bacaan. Jika ada tetamu datang berkunjung, penghuninya akan solat seperti biasa namun jika sebaliknya kesemua mereka wajib membaca zikir memuja pemimpin pertubuhan itu yang sudah meninggal dunia.
Apabila Hari Raya pula, mereka tidak solat di surau atau masjid tetapi di surau sendiri dan akan membaca khutbah mengenai pemimpin mereka yang kononnya memiliki seribu satu keajaiban. Kanak-kanak kecil dipesan supaya tidak melakukan amalan pelik itu di depan orang dan tidak menceritakannya kepada sesiapa sahaja.
Katanya, sesiapa yang tidak mahu mengamalkan ‘pencak’ dan zikir berkenaan akan dimarahi. Amalan ini turut disedari penjaga sehingga ada yang mengambil keputusan membawa anak-anak yatim keluar dari rumah itu.
"Bila ada orang meninggal, golongan jemaah akan kata mudahmudahan ditempatkan bersama pemimpin yang sudah meninggal itu," katanya. Bagi mereka beruntunglah sesiapa yang dapat duduk dengannya. Lepas Maghrib, kesemua jemaah dan anak-anak akan buat ‘pencak tarik power’ hingga Isyak.
Ketika aktiviti itu dilakukan, mereka tidak dibenarkan sama sekali membawa telefon bimbit dan tidak boleh merakam gambar.
Pengakuan anak yatim perempuan 10 tahun
‘ Abah (bukan sebutan sebenar tetapi ganti panggilan kepada pemimpin pertubuhan itu yang sudah meninggal dunia) tolong selamatkan kami dari sihir... tolong beri kami program banyak... dapat makanan banyak...’ itu antara zikir yang perlu dibaca anakanak yatim pertubuhan berkenaan. Menurut bekas penghuni rumah anak yatim itu, setiap hari selepas solat Subuh, mereka akan buat pencak kemudian berzikir menyebut nama pemimpin itu supaya menolong mereka... Abah tolong kami... sebanyak 50 hingga 100 kali.
Menyentuh soal makanan, meski sumbangan banyak, mereka tidak boleh tambah nasi dan lauk, sekiranya berdegil akan dipanggil anak setan. “Orang sumbang macam-macam tetapi kami tidak dapat rasa, ayam seketul pun kena berkongsi,” katanya.
Pengakuan anak yatim lelaki 10 tahun
Bagi bekas penghuni yang mahu dikenali sebagai Muhammad, dia sedar amalan-amalan diajar di rumah berkenaan pelik dan tidak masuk akal, namun setelah lama menghuni rumah tersebut, perkara itu menjadi kebiasaannya.
Biasanya penghuni akan disuruh menolak syaitan dengan kaedah berdiri sambil menolak dan menarik tangan ke depan ke belakang. "Benda ini kena buat secara bersembunyi, kalau ada tetamu datang kena solat biasa, belakang-belakang kena baca zikir itu," katanya. Kalau tidak buat, akan dipukul dengan batang bendera dan dicubit sehingga rasa macam nak terkencing.
“Mak yang keluarkan saya dari rumah itu bila nampak ada yang pelik,” katanya. Sejak menghuni rumah itu Muhammad berkata, dia hanya memperoleh duit belanja sekolah 50 sen sehari, kadang-kadang tidak diberi meski pun tahu banyak sumbangan diperoleh rumah berkenaan.
Pengakuan anak yatim perempuan 17 tahun
“Langsung tiada baca doa memohon kepada ALLAH, kalau nak minta sesuatu mesti mohon daripada Abah,” kata bekas penghuni rumah berkenaan yang melarikan diri kerana tidak sanggup mengamalkan ajaran pelik di rumah anak yatim itu. Katanya, jemaah yang dewasa ada tasbih sendiri berbentuk seperti gelang dan dipakai di tangan.
“Bila orang tiada mereka akan berzikir menyebut Abah, saya tidak tahan duduk sana, duit sumbangan orang ramai diberi kepada kami diambil selepas itu kena pula amal ajaran bukan-bukan," katanya.
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu hanyalah menelan api ke dalam perut mereka, dan mereka pula akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” (Surah An-Nisa’: 10)#Harap pihak berkuasa menyiasat kebenaran dakwaan ini dan dakwa mereka yang terlibat! SUMBER
Minggu, 01 Juni 2014
Etika Bisnis dalam al Quran

Al Quran banyak sekali berisi tuntunan dalam berbisnis. Dari sekian banyak panduan itu Abul Ala al Maududi dalam bukunya Esensi al Quran menuliskan beberapa etika dalam kehidupan khususnya dalam kegiatan ekonomi.
Pertama, jangan memakan harta benda orang lain dengan cara yang batil. ”Dan janganlah sebagian diantara kamu memakan harta benda dari yang lain dengan cara yang batil, dan janganlah kamu membawa(urusan) harta itu kepada para hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain dengan jalan yang tercela padahal kamu mengetahui.” (QS. Al baqarah[2]:188) Yang dimaksud dalam ayat ini adalah berupaya memengaruhi pengadilan untuk mengklaim secara curang harta orang lain atau menawarkan uang suap kepada hakim demi memperoleh keputusan yang menguntungkan.
Kedua, ”jika diantara kamu diberi kepercayaan oleh yang lain maka hendaknya yang dipercaya itu menunaikan amanahnya dan hendaklah ia bertakwa kepad Allah, tuhannya.” (QS. Al baqarah[2]:238)
Ketiga, ”barang siapa yang menyelewengkan (harta masyarakat) akan mempertangung-jawabkannya di hari kiamat apa yang diselewengkannya itu. Dan kemudian setiap orang akan diberikan pembalasan yang setimpal terhadap apa yang dikerjakannya, tanpa dianiya sedikitpun.” (QS. Ali imran[3]:161)
Keempat, ”Pencuri laki-laki atau perempuan hendaklah dipotong tangannya.” (QS. Al maidah[5]:41)
Kelima, ”Celaka besarlah orang-orang yang curang, mereka yang apabila menerima takaran dari orang lain minta dipenuhi tetapi bila menakar utuk orang lain mereka menguranginya.” (QS. Al muthaffifin[83]:1-3)
Keenam, ”Jangan kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingikan kesucian dirinya.” (QS. Annur[24]:33)
Ketujuh, ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, judi, persembahan kepada berhala, dan undian nasib dengan panah adalah perbuatan yang keji, termasuk perbuatan syetan, karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut agar kamu memperoleh keuntungan.” (QS. Al maidah[5]:90)
Kedelapan, ”Allah telah menghalakan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al baqarah[2]:275) Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba(yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak meninggalkan sisa-sisa riba ketahuilah bahwa Allah dan rasulnya akan memerangimu, dan jika kamu bertobat maka bagimu pokok hartamu. Kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya. Dan jika orang-orang yang berutang berada dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai berkelapangan. Dan bila kamu menyedekahkan sebagian atau semuanya itu, maka lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al baqarah[2]:278)
Dari penjelasan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi ilahiah karena titik tolaknya berangkat dari Allah. Tujuan berbisnis adalah mencari ridha Allah dan tidak bertentangan dengan syariat-Nya. Aktivitas bisnis harus dikaitkan dengan prinsip ilahiah dan pada tujuan ilahi. Niat kita pun melakukan aktivitas ekonomi hanya karena memenuhi perinta Allah Swt. Wallahualam.***
Langganan:
Postingan (Atom)

